ROKAN HULU, Mediaperskeadilan.com– Pimpinan Pembangkit Listrik Negara (PLN) Pasir Pangaraian Maulana bungkam ketika dikonfirmasi mengenai keluhan warga Desa Muara Jaya listrik kurang daya.
Ketika coba dikonfirmasi melalui seluler manager PLN Pasir Pangaraian Maulana tentang keluhan kurang arus di desa Muara Jaya dan apa solusi dari PLN. Sampai saat ini belum merespon.
Warga RT 03 TSM Bawah, Dusun I, Desa Muara Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu, mengeluhkan kondisi arus listrik yang dinilai tidak stabil dan menyebabkan lampu di rumah warga redup.
Keluhan tersebut disampaikan warga karena hingga kini persoalan listrik yang terjadi di lingkungan mereka belum juga mendapat penanganan. Warga menilai kurangnya daya dan kapasitas trafo menjadi penyebab utama tidak normalnya aliran listrik di kawasan tersebut.
Ketua RT 03 TSM Bawah, Kadir, mengatakan kondisi itu sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, selain lampu rumah yang redup, sejumlah peralatan elektronik warga juga tidak dapat berfungsi dengan baik akibat tegangan listrik yang lemah.
“Saya sudah pakai bola lampu yang bagus tetap saja redup. Kulkas pun tidak hidup karena arus listrik tidak stabil. Saya buka usaha warung bakso, jadi sangat terganggu terutama malam hari karena lampu semakin tidak normal,” ujar Kadir, Selasa (19/5/2026).
Ia juga mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada tindakan maupun pengecekan langsung dari pihak PLN terkait keluhan masyarakat tersebut.
Keluhan serupa turut disampaikan warga lainnya, Bario. Ia menyebut kondisi lampu redup hampir dirasakan seluruh warga di RT 03 TSM Bawah.
“Sudah lama kami mengalami listrik redup. Kabel penyaluran listrik sepanjang sekitar dua kilometer digunakan untuk melayani lebih kurang 200 kepala keluarga. Anak-anak sekolah juga susah belajar karena lampu kadang hidup, kadang redup,” ungkapnya.
Warga berharap pihak PLN segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan penambahan kapasitas trafo agar arus listrik kembali normal. Mereka meminta peningkatan daya trafo hingga 100 KVA supaya masyarakat dapat menikmati penerangan yang layak dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
“Sampai hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan maupun pengecekan dari pihak terkait,” tutup warga.(E.P)
Editor : Irwansyah .P
